Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah Sumatera Selatan


SEMINAR NASIONAL: SUSTAINABILITY REPORTING 2019



26 November 2019 07:16:14 Laporan

IAI Wil. Sumsel bersama IAI Wil. Babel Selenggarakan

Seminar Nasional di Pangkal Pinang

Palembang, 25 November 2019. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Sumatera Selatan menyelenggarakan Seminar Nasional Sustainability Reporting: “Peluang dan Tantangan bagi Industri Praktisi dan Akademisi”. Acara berlangsung pada tanggal 16 November 2019 bertempat di Hotel Santika Pangkal Pinang. Seminar Nasional ini dihadiri oleh 127 orang yang terdiri dari praktisi, akademisi, serta pelaku industri dan mahasiswa. Seminar Nasional ini dihadiri oleh 127 orang yang terdiri dari praktisi, akademisi, serta pelaku industri dan mahasiswa. Seminar nasional ini dapat berjalan lancar sesuai harapan berkat dukungan dari bebagai pihak baik para sponsor, panitia, cohost serta peserta.

 

Acara dibuka oleh Ibu Inten Meutia, CA perwakilan dari IAI Wil. Sumsel dan IAI Wil. Babel. Semianar nasional ini dilaksanakan untuk memperkenalkan dan menambah pemahaman serta membuka wawasan mengenai Sustainability Reporting dilihat dari sisi Perusahaan dan Perbankan sebagai Praktisi, Pemerintah sebagai Regulator serta Akademisi, maka dari itu panitia menghadirkan lima Narasumber dari Instansi yang berbeda yaitu Bapak Eko Ganis Sukoharsono dari Institute of Certified Sustainability Practitioners, Ibu Mariska Sukmajaya dari WWF-Indonesia, Bapak Gustaf Rajagukguk dri Otoritas Jasa Keuangan , Bapak Septyo Cholidie dari PT Bukit Asam, dan Bapak Ali Darwin dari National Center for Sustainability Reporting.

Penyusunan laporan keberlanjutan atau yang dikenal dengan Sustainability Reporting merupakan terobosan baru yang dibuat oleh regulator untuk merespon stakeholders terhadap kepedulian korporasi terhadap keselamatan lingkungan. Penyusunan laporan keberlanjutan menjadi sesuatu yang penting karena terdapat prinsip dan standar pengungkapan yang mencerminkan tingkat aktivitas perusahaan secara menyeluruh.Dengan adanya hal tersebut, kinerja perusahaan dapat dinilai oleh pemerintah, masyaratkat, organisasi lingkungan, media massa, dan khususnya investor dan kreditor.

 


Bagikan berita ini :